UNDANGAN PERNIKAHAN
Pasangan Mempelai
Siti Aisyah
Putri dari Bpk Muhammad Bahri / Bpk Abdul Aziz & Ibu Mu'tiyah
Achmad Toriq Al Mustawan
Putra dari Ustad Ali Mufi & Nyai Sumiati
Save The Date
Dengan mengharap ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dalam acara pernikahan kami:
Akad Nikah
Kediaman Mempelai Wanita
Dsn. Bere'oro panubun barat, Ds. Pangerreman, Kec.Ketapang, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur
MADURA
Resepsi
Kediaman Mempelai Wanita
Dsn. Bere'oro panubun barat, Ds. Pangerreman, Kec.Ketapang, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur
MADURA
Kisah Kami
Perjalanan cinta kami menuju ikatan suci pernikahan
Pertemuan Pertama
Alhamdulillāh, Allah mempertemukan kami untuk pertama kalinya di sebuah serambi ilmu—tempat di mana iman dikuatkan dan takwa dipupuk dengan kesungguhan niat. Bukan di ruang yang gemerlap, bukan pula dalam suasana yang direncanakan manusia, melainkan di ladang pengabdian yang sederhana namun penuh makna. Aisyah ditugaskan untuk mengabdi di YPI Nahdlatut Thullab, membawa amanah dari PONPES Al-Hasibin. Hampir satu tahun lamanya kami berada dalam ruang yang sama, berjalan di jalur pengabdian yang serupa. Namun di antara kami, tak pernah ada percakapan panjang, tak ada pertukaran nama, apalagi keinginan untuk saling mendekat. Semua berjalan dalam batas adab, seolah kami sama-sama paham bahwa tujuan utama kami bukanlah dunia, melainkan ridha-Nya. Hari-hari berlalu dengan kesibukan masing-masing dan melanjutkan tugas tanpa banyak kata. YPI Nahdlatut Thullab menjadi saksi bisu atas perjumpaan singkat itu—pertemuan yang begitu sederhana, namun menyimpan jejak yang tak mudah dilupakan. Pertemuan itu ibarat dua helai daun yang tertiup angin: berpapasan sejenak, bersentuhan tanpa sengaja, lalu kembali mengikuti garis takdirnya masing-masing. Tidak ada janji, tidak ada harapan yang diucapkan, bahkan mungkin tak ada keyakinan bahwa perjumpaan itu akan berarti apa-apa di kemudian hari. Namun Allah Maha Mengetahui apa yang tidak kami ketahui. Apa yang tampak singkat bagi manusia, bisa jadi panjang dalam catatan-Nya. Apa yang terasa biasa bagi kami, mungkin memiliki makna besar dalam rencana-Nya. Tak disangka, tak direncanakan, dan tak pernah diupayakan—pertemuan itu murni kehendak takdir, yang terjadi di ladang pencarian ridha-Nya. Dan jika kelak jalan kami kembali dipertemukan, semoga bukan sekadar sebagai dua daun yang berpapasan, melainkan sebagai dua insan yang dipertemukan pada waktu terbaik menurut-Nya, dengan niat yang lurus dan tujuan yang diridhai.
Mulai Serius
Awalnya hanya sekedar mengagumi dalam diam, tapi lambat laun saya semakin di buat kagum dengan sikapnya dan memberanikan diri untuk mengiriminya coretan hati yang tersamar, sempat di buat ragu untuk mengiriminya surat itu...
Khitbah
Setelah melalui perjalanan ta'aruf yang penuh berkah lebih dari setahun, di mana kami saling mengenal bukan sekadar suka, tetapi memahami visi, komitmen, dan ketaatan masing-masing kepada-Allah, tibalah kami pada kesimpulan yang tulus. Dengan keridhaan dan doa restu dari kedua orang tua kami, yang menjadi gerbang pertama segala kebaikan. kami memutuskan untuk mengikat janji dalam ikatan yang lebih suci. Dan di suatu malam yang diwarnai ketenangan dan cinta yang diberkahi, dengan hati yang berdebar penuh harap, Toriq pun menyampaikan pinangan yang tulus kepada Aisyah. Di hadapan keluarga besar yang menjadi saksi pertemuan dua hati ini, ia mengikrarkan niatnya untuk menjadi penjaga iman dan dunianya. Alhamdulillah, dengan senyum kebahagiaan dan mata yang berbinar, Aisyah pun menerima lamaran itu, disambut oleh doa dan restu dari kedua keluarga. Kini, dengan tawakkal yang dalam, kami pun berniat melangkah mantap menuju gerbang baru: pernikahan. Sebuah ikatan suci yang kami harap menjadi mawaddah wa rahmah, penuh cinta dan kasih sayang, serta menjadi jalan kami untuk lebih dekat kepada Allah SWT.
Pernikahan
Insya Allah, tiga tahun setelah pertemuan pertama yang Allah takdirkan, Allah kembali menakdirkan kami jalan pada tujuan yang lebih mulia. Bukan lagi sekedar pertemuan singkat, melainkan tekad untuk menyatukan niat dalam ikatan suci pernikahan, bukan karena terburu buru oleh waktu, melainkan karena Allah sudah menakdirkan jalan yang terbaik bagi kami. Semoga Allah memudahkan setiap ikhtiar yang kami tempuh, kami menuju langkah yang sudah ditakdirkan Allah. Semoga setiap prosesnya diberikan kemudahan, setiap niatnya diberikan kelurusan, dan setiap langkahnya dilimpahkan keberkahan. Kami memohon agar Allah menjadikan pernikahan kami ibadah yang panjang, serta mengikat kami dalam kebaikan, kesetiaanm, dan ketenangan hingga Akhir. Amin Ya Rabbal Alamain.
Galeri Kami
Momen-momen indah dalam perjalanan cinta kami
Ucapan & Doa
Ucapan dan doa dari keluarga, sahabat, dan tamu undangan. Berikan ucapan dan doa terbaik untuk pernikahan kami. Ucapan Anda akan kami tampilkan di halaman ini sebagai kenang-kenangan.